Upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita di Indonesia perlu adanya pendekatan dan perluasan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat. Program Studi (prodi) D3 Kebidanan Politeknik Harapan Bersama (PHB) baru-baru ini mengirim mahasiswa semester V untuk melakukan praktek kebidanan komunitas, di daerah-daerah yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan.

“Praktek Kebidanan Komunitas ini diselenggarakan selama kurang lebih sebulan, sebanyak 86 mahasiswa prodi D3 Kebidanan dibagi menjadi 2 tempat yaitu Desa Grobog Kulon, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal dan Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal,” ujar Wakil Direktur 1 Kampus PHB Arfan Haqiqi S, M. Kom pada saat acara senam sehat dan jalan santai bersama di Desa Grobog Kulon (Minggu, 26/11).

Acara tersebut telah di mulai dari 5 November dan akan berakhir pada 29 November mendatang.

Praktek Kebidanan Komunitas akan membantu program pemerintah terutama dinas kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. “Kegiatan tersebut juga membantu menginformasikan terkait kondisi kesehatan masyarakat di daerah-daerah yang kurang terjangaku, juga diharapkan mahasiswa dapat menyumbangkan pemikiran atau solusi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi,” tambah Arfan.

Mahasiswi D3 Kebidanan tersebut melakukan upaya promosi kesehatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya untuk kesehatan ibu dan anak seperti deteksi dini resiko tinggi (ibu hamil, bersalin, nifas, bayi, balita, remaja, Wanita Usia Subur (WUS) dan kesehatan reproduksi), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), ASI Ekslusif  serta Imunisasi di rumah-rumah warga secara bergiliran.

Kepala Prodi D3 Kebidanan Nilatul Izah, S.SiT.,M.Keb mengemukakan upaya menekan angka kematian ibu dan anak dilakukan dengan cara mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar peduli terhadap keselamatan ibu dan anak.

“Kompetensi kebidanan komunitas diharapkan akan tercapai di daerah yang mempunyai permasalahan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak. Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan fungsi manajemen, pengorganisasian kepemimpinan, peran serta masyarakat, komunikasi lintas program dan lintas sektoral,” tegas Nilatul.