TEGAL – Politeknik Harapan Bersama (PHB) telah mengadakan Workshop Kurikulum Pendidikan Vokasi Akuntansi Perguruan Tinggi Se-Indonesia dengan tema “Mengahadapi Revolusi Insutri 4.0 dan Implementasi Konsep MEME” di Aula Gedung C, Kampus 1 PHB (1-2 Maret).

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. DYP Sugiharto dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada PHB “Kampus PHB telah sukses menyelenggarakan Workshop Kurikulum Pendidikan Vokasi, bisa jadi di masa depan kota Tegal menjadi Kota Pendidikan Vokasi.”

Acara ini dinilainya sangat strategis, workshop yang telah diikuti dari 45 Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia membahas tentang relevansi antara kurikulum dengan dunia kerja. “Paradigma dosen tentang kurikulum selama ini masih banyak yang keliru, bahwa seharusnya kurikulum bukan hanya untuk menentukan mata kuliah namun perumusan kurikulum harus didasari pada profil lulusan. Kurikulum bukan kumpulan mata kuliah, profil lulusan harus bertemu dengan kebutuhan di dunia industri saat ini”, tegas Prof DYP Sugiharto.

Perguruan tinggi diminta menjalankan kebijakan Menristekdikti seperti penguatan pendidikan vokasi dan kebijakan Multi Entry Multi Exit (MEME), kebijakan yang diambil dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. MEME berlaku untuk semua prodi Politeknik hingga stratifikasi Diploma IV. Dengan sistem Multi Entry Multi Exit, di sini peserta didik dapat diberikan pilihan untuk lulus di program program Diploma Dua, program Diploma Tiga atau sekaligus menyelesaikan Sarjana Terapan.

Selain itu Sekretaris Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI, Kemenristekdikti Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phil., menyoroti sertifikat kompetensi lulusan agar tidak hanya diakui oleh pemerintah saja namun juga di dunia industri. “Jadi lulusan Politeknik yang telah memiliki sertifikat kompetensi dapat langsung diterima di dunia industri. Itulah fungsi pendidikan vokasi, mengarahkan lulusan untuk dapat bekerja sesuai dengan keahlian terapan tertentu”, ujarnya. Agus Indarjo menambahkan program MEME harus tetap berjalan, lulusan kita harus selalu unggul, riset untuk kurikulum pun harus terus dilakukan agar lulusan kita tidak nganggur.

Hadir Direktur PHB Mc. Chambali, B.Eng E.E., M.Kom didampingi oleh Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama (YPHB) Khafdillah, MS S.Kom S.H., M.H dan Perwakilan dari  Ikatan Akuntan Indonesia Dr. Nanny Dewi, S.E., Ak., M.Com., C.A.,

Kemudian narasumber dari Head of Asia Pacific Region, National Institute of Information Technology (NIIT) India Rajesh Ranolia, M.Com., M.B.A., dan dosen Universitas Padjadjaran Bandung Syaiful Rahman Sunaria, S.E., M.T., CMA, CSRS, Ak. C.A.,