TEGAL – Menyambut terbitnya majalah Mata Kampus edisi ke-12 pada bulan Maret ini Jurnalis Mata Kampus Politeknik Harapan Bersama (PHB) mewawancari Walikota Tegal H.M. Nursholeh, M.M.Pd di Ruang Kerja Walikota Tegal, Balaikota Tegal, Jumat, (8/3).

Tahun ini adalah tahun politik, menjadi kebiasaan sejak dulu isu-isu sensitif selalu muncul di tahun politik. Nursoleh menyebutkan saat ini maraknya media sosial, kemudian hoax tentang isu-isu sensitif mudah tersebar ke mana-mana.

“Jika ada suatu berita atau informasi yang berkaitan dengan isu-isu sensitif juga jangan langsung dishare, jangan emosional. Masyarakat harus pandai mengcounter atau memfilter berita,” ujar Nursoleh.

Jurnalis Mata Kampus melalui Siti Fatimah menanyakan perihal politisasi agama yang marak terjadi, “Itu karena oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, hingga agama dibawa-bawa, apalagi SARA. Agama jangan dipolitisasi, juga sebaliknya untuk kepentingan politik jangan membawa-membawa agama,” tegas Walikota Tegal.

Di masa kepemimpinan Nursoleh, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tegal telah berkembang. Mega Siti Khumaeroh juga menyampaikan sejauh mana kemajuan UMKM seperti yang dilakukan Industri Kecil Menengah (IKM) Logam dari Asosiasi Perajin Industri Kecil Mengembangkan Ekonomi Tegal dari (Apik Banget) dengan AWEX Wallonia Region, Belgia.

Walikota Tegal yang akan mengakhir masa pengabdiannya 23 Maret mendatang menyebutkan bahwa September tahun 2019 ini pemerintah akan menindak lanjuti MoU tersebut. Karena nantinya untuk UMKM dari Tegal akan disediakan ruang kantor berserta fasilitasnya di di kota Liège, Belgia. Kantor tersebut berfungsi untuk melakukan riset pasar, bertemu dengan pelaku usaha setempat, dan memulai melakukan usaha atau ekspor produk di Belgia dan Eropa. “Itu sebagai salah satu bukti bahwa Kota Tegal itu memang Jepangnya Indonesia dan itu telah diakui hingga negeri Eropa,” tandas Nursoleh.

Kepada Mahasiswa PHB yang didampingi oleh Kepala Humas dan Protokoler PHB Hesti Widianti SE. M.Si, Nursoleh berpesan agar jangan malas belajar, jangan bosen membaca buku dan hormati guru serta para dosen. Nursoleh juga berharap bahwa Kota Tegal harus lebih baik daripada saat dia menjabat. “Rasulullah pun bilang, hari ini harus lebih baik dari kemaren, hari esok harus lebih baik dari hari ini,” imbuhnya.