“Sekarang zamannya serba kompetitif, jika kita menjadi orang yang biasa-biasa saja tidak mempunyai keunggulan maka akan tergerus zaman. Begitu juga menjadi seorang dosen, apa obsesinya? Pertanyaan itu harus kita tanam agar kita menjadi dosen yang berprestasi.” Pemaparan Prof Dr Ali Imran Al-ma’ruf M.Hum dalam acara “Workshop dan Klinik Penulisan Buku Ajar” kepada sekitar 100 dosen Politeknik Harapan Bersama (PHB) dan dosen dari perguruan tinggi yang ada di Tegal, Brebes, Purwokerto, Pekolangan, dan sekitarnya di Aula kampus 1 Politeknik Harapan Bersama. (20/12).

Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi dosen dan kampus adalah dengan membuat buku ajar. Masih rendah angka produktivitas dosen dalam penulisan buku ajar, capaian mutu publikasi hanya berupa presentasi, laporan ataupun handout. Manfaat buku ajar sendiri untuk mengintegrasikan aspek pengajaran, penelitian, publikasi dan pengabdian kepada masyarakat.

“Tantangan dosen dalam membuat buku ajar adalah menyesuaikan dengan kondisi dari kebutuhan mahasiswa dan kampus. Tidak asal jiplak membuat buku ajar dari dosen dan kampus lain,” tambah Ali.

Perubahan paradigma

Tugas dosen bukan layaknya penceramah, komunikasi tidak hanya dilakukan satu arah. Mahasiswa dituntuk untuk aktif berdiskusi baik dengan dosen ataupun sesama mahasiswa. Agar mahasiswa proaktif dan mengenal lebih tentang mata kuliah yang sedang dipelajarinya. Adanya buku ajar, memudahkan dosen dan mahasiswa agar perkuliahan berjalan sesuai dengan “petanya”.

Di dalam acara tersebut turut hadir Dr Eng Risdiyono ST, M.Eng. PhD lulusan dari Asian Institute of Technology sebagai pemateri workshop. Risdiyono menyarankan khususnya kepada dosen muda agar memiliki skill menulis. Karena budaya menulis di Indonesia kurang diminati dan diperhatikan, hal itu dapat menjadi peluang bagi dosen-dosen muda yang ingin berkarya dan berkarir di dunia penulisan.

“Dalam dunia penulisan ada bermacam-macam triknya. Saya selalu menyarankan agar para dosen mencatat minimal 7 hal yang paling susah dalam menulis. Kemudian buatlah struktur isi buku tersebut, kira-kira apa saja yang perlu dimasukan ke dalam bab.  Penting juga kita melihat contoh-contoh buku ajar yang sudah ada untuk bahan referensi,” ujar Ridiyono yang juga dosen Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama Khafdillah MS, S.Kom., SH dan direktur kampus PHB Mc. Chambali, B,Eng., E.E., M.Kom, civitas Academica PHB, dosen-dosen perguruan tinggi dan peneliti se-eks Karesidenan Pekalongan.