TEGAL – Politeknik Harapan Bersama (Poltek HB) menggelar Seminar Nasional Gerakan Literasi Berbasis Kearifan Budaya Lokal pada tanggal 13 februari 2018 di Aula Gedung C Kampus 1 Poltek HB.

Bagi masyarakat khususnya anak muda, mengandalkan gawai adalah salah satu cara baru untuk menambah wawasan. Tapi sayangnya tidak semua masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan gawai. “Disitulah literasi harusnya berperan, literasi bukan sekedar kegiatan membaca ataupun menulis tapi bagaimana masyarakat dapat memahami dan mengolah hasil bacaan ataupun tulisan tersebut. Masyarakat yang gemar membaca atau menulis itu pasti akan sukses”, tegas Direktur Poltek HB Mc Chambali, BEng, EE, MKom dalam sambutan pembukaan seminar nasional.

Pembicara seminar pada kali ini adalah artis kenamaan dari ibu kota era 70an Dr Yasmine Yessy Gusman, SH, MBA dan Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) sekaligus anggota BAN-PT Dr Firman Hadiansyah, MHum.

Bintang film era 70-80an yang kerap berpasangan bersama Rano Karno itu mengatakan hadirnya Perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang telah tersebar di masyarakat jangan hanya menjadi gudang buku. Perpustakaan dan TBM harus memiliki “roh”, agar pengunjung yang datang mempunyai spirit yang sama dalam meningkatkan budaya literasi.

“Membaca adalah langkah awal peradaban dunia, dengan membaca manusia dapat memberi makna dalam kehidupan. Membaca pun tidak hanya sebatas teks, namun juga diharapkan dapat membaca konteks dalam lingkungan dan budaya di mana kita tinggal,” ujar Firman. “Tema Gerakan Literasi Berbasis Kearifan Budaya Lokal ini sangat cocok sekali untuk TBM atau pegiat literasi yang berada di daerah. Mengingat krisis identitas, karakter dan budaya bangsa yang semakin tergerus globalisasi,” tambahnya.

Bunda Baca Kota Tegal

Dalam seminar tersebut sekaligus dilaksanakan upacara Pengukuhan Bunda Baca kota Tegal yang diberikan kepada Endang Aisyah, Spd (Ibu Plt Walikota Tegal) oleh Drs Deni Kurniadi, MHum Kepala Pusat Pengembangan Dan Pengkajian Minat Baca Perpusatakaan Nasional Republik Indonesia.

“Penghargaan ini sebagai symbol semangat untuk seorang bunda. Dimulai dari keluarga peran bunda sebagai teladan atau role model pendidikan untuk anak di dalam rumah. Strateginya adalah mempengaruhi anak agar memiliki budaya suka membaca, dan nantinya dapat memerangi hoax yang seringkali merugikan masyarakat,”tandas Deni.