TEGAL – Dosen adalah sumber belajar mahasiswa, seorang fasilitator sekaligus motivator. Dosen dituntut untuk tidak hanya menguasai ilmu akademik saja tapi juga harus benar-benar memahami ilmu mengajar yaitu pedagogik.

“Dulu sistem pendidikan kita hanya dikenal dengan belajar mengajar, sekarang sudah berubah, dosen bukan satu-satunya orang yang mengajar dan mahasiswa yang belajar di dalam kelas. Saat ini ada yang namanya sistem pembelajaran, yaitu bagaimana dosen mengetahui kebutuhan belajar dan perkembangan cara belajar mahasiswa saat ini,” ujar koordiantor Kopertis Wilayah VI, Prof Dr DYP Sugiharto, MPd, Kons dalam Kegiatan Pengembangan Ketrampilan Dasar Teknis Instruksional (Pekerti) Applied Approach (AA) di kampus 1 Politeknik Harapan Bersama, Tegal, Senin (26/2).

Workshop dilakukan selama 4 hari dimulai dari 26 Februari – 1 Maret, sebanyak 35 Dosen mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Mereka terdiri atas 33 dosen Poltek HB, 1 dosen Politeknik Trisila Dharma dan 1 dosen dari Universitas Tunas Pembangunan, Surakarta.

Panggilan Jiwa

Perguruan Tinggi investasinya adalah dosen. Menjadi dosen harus mempunyai standar dan kompetensi yang unggul. “Jika kurikulum yang sudah disiapkan sudah bagus tapi apa jadinya jika dosen tidak merasa terpanggil jiwanya? Materi adalah ilmunya, panggilan jiwa tekadnya”, tegas Sugiharto.

Direktur Poltek HB Mc Chambali BEng EE MKom dalam pembukaannya menyampaikan dosen harus mengikuti  perkembangan zaman mahasiswanya, mahasiswa saat ini lahir di era digital, di mana perkembangan teknologi dan percepatan informasi sedang gencar-gencarnya. Dosen sebagai tenaga pendidik harus bisa membimbing mahasiswa agar menyadari betul kemajuan zaman yang sedang terjadi.

“Misalnya dengan mengenalkan literasi informasi ataupun literasi digital kepada mahasiswa, agar mahasiswa cermat mengolah informasi terutama melalui gawai. Informasi tersebut akan menjadi pengetahuan sekaligus tantangan untuk mencari solusi dari permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi.”

Beberapa materi penataran yang disampaikan di antaranya adalah penulisan buku ajar, ragam media dalam pembelajaran evaluasi, konstruktivisme dan ragam media dalam pembelajaran, adapun pemateri Pekerti AA kali ini adalah Prof Sunandar MPd, Dr Chalimah, MM, Sunardi SS MPd, Dr Lamijan SH MSi.

“Peserta yang mengikuti Pekerti AA akan mempunyai kecakapan berkomunikasi dan diharapkan menemukan caranya sendiri dalam menyusun pembelajaran dengan mahasiswa dan kampusnya,” tambah Sugiharto.