Audiensi ini dilaksanakan pada hari senin, 14 Mei 2018 di kantor DPRD Kota Tegal yang dihadiri mahasiswa semester 2 Program Studi DIII Farmasi dengan sistem perwakilan tiap kelas diwakili oleh lima mahasiswa. Kegiatan audiensi ini merupakan implementasi dari mata kuliah Pendidikan Pancasila di mana salah satu kompetensi dasar yang diharapkan adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang Sistem Pemerintahan Republik Indonesia yang didalamnya juga membahas tentang fungsi lembaga tinggi negara namun selama ini kegiatan perkuliahan leih banyak dilakukan di dalam kelas dan bersifat teoritis, oleh karena itu kami team teaching mata kuliah Pendidikan Pancasila memilih lembaga DPRD Kota Tegal sebagai tempat audiensi dalam rangka praktek kuliah lapangan, tutur Prasetya Putra Nugraha, M.Pd selaku koordinator pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila Program Studi DIII Farmasi.

Kegiatan audiensi ini kita fokuskan pada Komisi I DPRD, adapun penyaji yang hadir antara lain Heri Budiman selaku Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal. Beliau menyampaikan bahwa selama ini sudah ada sinergitas antara lembaga legislatif dalam hal ini adalah DPRD Kota Tegal dengan lembaga eksekutif yaitu Wali Kota Tegal dalam mengatasi berbagai persoalan. Pak Heri juga turut mengkritisi tentang kondisi bangsa pada saat ini di mana wawasan kebangsaan untuk saat ini terrutama generasi muda semakin luntur. Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan pada saat masa Orde Baru yang mana masyarakat dibekali dengan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), maka dari itu Pak Heri juga menekankan agar generasi muda mulai mengubah mindset bahwa politik itu suci, yang menjadikannya kotor adalah ulah dari para oknum tertentu, papar beliau.

Selain Pak Heri, turut berkesempatan pula Pak Sisdiono selaku anggota Komisi I beliau menyampaikan tentang sistem pemerintah daerah yang mana eksekutif dalam hal ini walikota tidak bertanggungjawab kepada DPRD akan tetai eksekutif harus memberi laporan kepada DPRD yang tujuannya tidak lai adalah untuk memberikan perbaikan terhadap pemerintahan di masa mendatang, sedangkan anggota yang lain Ibu Tuti Alawiyah beliau lebih memberikan motivasi kepada mahasiwa untuk terjun di politik namun terlebih dahulu harus dibekali dengan keaktifan di organisasi baik itu organisasi di kampus maupun masyarakat.

Di sela-sela audiensi, dihadiri pula Ketua DPRD Kota Tegal H.Edy Suripno. Beliau menyampaikan bahwa hidup di negara yang berbentuk Republik ini tidak lepas dari keberadaan Partai Politik sebagai pilar demokrasi Indonesia. Partai Politik juga berfungsi sebagai sarana yang menentukan kebijakan publik, maka dari itu pak Edy menghimbau agar para mahasiwa tidak apatis apalagai antipati terhadap partai politik. Seasion terakhir dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Dalam kesempatan ini muncul tiga pertanyaan dari mahasiwa yang masing-masing pertanyaan datang dari Della Triyanah, dia menanyakan tentang sumber anggaran di DPRD serta bagaimana upaya DPRD dalam membangun citra di masyarakat, Kemudian dilanjut oleh Afrida Aisyah yang menanyakan tentang cara menentukan komisi-komisi di DPRD, dan pertanyaan terakhir datang dari Resi Maidina yang berkaitan dengan partisipasi mahasiwa dalam berpolitik. Kegiatan cukup berjalan dengan baik dan antusiasme mahasiswa sangat nampak sekali, diharapkan melalui kegiatan audisensi ini mahasiswa mampu menumbuhkan mindset tentang arti pentingnya kesadaran dalam berpolitik.