Tegal Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal mempunyai potensi dengan penduduk yang bekerja sebagai nelayan, pasalnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kelurahan Tegalsari dan Muarareja merupakan lokasi pemasaran utama hasil-hasil perikanan. Hal tersebut telah menginspirasi Kusnadi, M.Pd untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan aksesoris limbah sisik ikan.

Sebanyak 90 peserta pelatihan yang diikuti oleh ibu-ibu nelayan buruh TPI dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dilakukan secara berkala 5 kali dari bulan April sampai Juli lalu di kelurahan Muarareja dan Tegalsari.

Proses sosialisasi dan pelatihan pembuatan aksesoris limbah sisik ikan ini dilaksanakan dalam rangka pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) dan bekerja sama dengan Program studi (Prodi) D3 Farmasi Politeknik Harapan Bersama (PHB). Diketuai oleh Kusnadi, M.Pd dengan anggota Sari Prabandari,S.Farm, MM.Apt dan Meliyana Perwita Sari, M.Farm., Apt serta beberapa mahasiswa yang berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan pelatihan tersebut.

Masyarakat sekitar kelurahan Muarareja dan Tegalsari pada umumnya tergantung dari usaha penangkapan ikan di laut. Dengan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap iklim, menyebabkan masyarakat nelayan harus berhadapan dengan ketidakpastian hasil laut yang berdampak pada pendapatan. “Produksi limbah sisik ikan yang banyak dihasilkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pasar ikan di Kelurahan Tegalsari dan Muarareja selama ini hanya dibuang begitu saja. Padahal itu dapat dimanfaatkan oleh Ibu-Ibu nelayan buruh dan Ibu PKK menjadi menjadi aksesoris yang cantik yang bernilai tinggi,” ujar Kusnadi.

Di tangan orang-orang kreatif, sesuatu yang tidak berharga akan menjadi bernilai ekonomi yang tinggi. Sisik tersebut dapat disusun menjadi beberapa aneka aksesoris yang cantik diantaranya adalah seperti bros, cincin, kalung dan gelang.

Kusnadi yang juga mengajar di Prodi D3 Farmasi kampus PHB mengatakan Keunggulan kerajinan aksesoris dari sisik ikan ini adalah bahan bakunya yang murah dan merupakan barang daur ulang yang ramah lingkungan sehingga dapat mengolah limbah sisik ikan yang selama ini tidak dimanfaatkan. Dengan adanya aksesoris yang cantik sisik ikan tidak ada lagi limbah sisik yang terbuang begitu saja dan adanya produk aksesoris yang cantik sisik ikan yang dapat digemari masyarakat luas dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan nilai ekonomi masyarakat Kelurahan Tegalsari dan Muarareja. Harapannya bahwa masing-masing peserta akan memanfaatkan pengetahuan untuk membuat berbagai macam produk kerajinan dari limbah sisik ikan yang banyak terdapat di daerah mereka.