Kamis, 2 Agustus 2018 Mahasiswa D IV Teknik Informatika (TI) Politeknik Harapan Bersama (Poltek HB) mengikuti Grand Final IT Holic 2018 di Gedung Bandung Creative Center.  Event berskala nasional yang mengambil tema “Smart City” ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Bandung. Kegiatan yang dilaksanakan mulai dari tanggal 21 Mei 2018 dan dibagi dalam beberapa tahap, yaitu: pendaftaran, penyisihan  serta berakhir di tahap penjurian final pada tanggal 2 Agustus 2018 itu diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Grand Final yang diikuti oleh mahasiswa TI Poltek HB tersebut yakni dalam kategori Mobile Application Competition. Adapun produk yang dihasilkan dari kategori tersebut yaitu Smart City Kota Tegal berbasis Mobile dengan Platform Android. Mahasiswa tersebut diantaranya : Azka Wildan Mukholladun, Novianto Arief Wibowo dan Fanni Naditya Putra yang menamakan timnya :Tawakal Team.

Berkat kerja keras dan kesungguhan yang dilakukan oleh mereka, maka di acara grand final tersebut, Tawakal Team mendapatkan juara 1, dengan urutan juara 1 dari mahasiswa Poltek HB, juara 2 dari mahasiswa universitas Telkom dan juara 3 dari mahasiswa Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang. Ginanjar Wiro Sasmito selaku Ka Prodi TI sangat bersyukur atas keberhasilan mahasiswanya yang dapat meraih juara ke 1. Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Politeknik Harapan Bersama dan ini untuk kesekian kalinya mahasiswanya mampu menorehkan prestasi di even-even kompetisi tingkat nasional.

Ginanjar memiliki harapan besar bagi mahasiswa Politeknik Harapan Bersama khususnya mahasiswa di prodi TI, ia berharap agar pencapaian ini dapat menggugah semangat dan kreativitas mahasiswa di prodi yang dikepalainya itu agar lebih berminat untuk  mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Sehingga ini dapat menjadi tolak ukur keberhasilan daya serap mahasiswa terhadap kurikulum maupun materi kuliah yang diberikan oleh dosen, selain itu juga dapat mengangkat derajat maupun daya tawar mahasiswa, dosen, prodi dan kampus di kancah nasional.