61 Mahasiswa Kebidanan PHB Ikuti Pelatihan Akupresur

Revolusi Industri 4.0 menenggelamkan profesi yang sudah ada dan memunculkan profesi di bidang yang baru. Mahasiswa dituntut untuk membuka pemahaman, wawasan dan pengalaman melaui sharing pengetahuan dengan lintas bidang studi lain.

 

Wakil Direktur IV Politeknik Harapan Bersama (PHB) Ginanjar Wiro Sasmito mengatakan, memiliki kompetensi kebidanan adalah hal mutlak. Namun, jangan menutup diri untuk memiliki kompetensi di bidang lain.


“Mempelajari akupresur adalah kompetensi yang memiliki nilai tambah. Institusi selalu mendukung agar program studi bersinergi dengan para praktisi, agar mahasiswa dapat beradaptasi terhadap perubahan yang ada,” tuturnya saat sambutan dalam acara pelatihan metode akupresur di Aula Gedung C PHB, Senin (10/1/2022).


Kegiatan pelatihan akupresur yang dilaksanakan oleh Prodi D-3 Kebidanan mengangkat tema “Pelatihan Metode Akupresur dalam Pelayanan Kebidanan Mandiri Berbasis Komplementer” yang dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 12 Januari 2022. 


Pelatihan ini wajib yang diikuti oleh mahasiswa sebagai kompetensi tambahan khususnya dalam mencapai visi misi dibidang asuhan komplementer. Sejumlah 61 mahasiswa kebidanan mengikuti pelatihan tersebut.


“Pelatihan akupresur ini dilaksanakan bekerjasama dengan lembaga kursus pelatihan Aesthetic Acupuncture Indonesia,” kata Ketua Prodi D-3 Kebidanan PHB Nilatul Izzah.


Selain dalam meningkatkan kompetensi di bidang asuhan komplementer, menurut Nilatul, pelatihan akupresur ini dimaksudkan agar mahasiswa mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berbasis komplementer secara mandiri. “Sehingga kesempatan mahasiswa untuk berwirausaha dalam bidang pelayanan kesehatan pun semakin luas,” ucapnya.


Ketua Aesthetic & Acupuncture Indonesia Bandung Winda Sari menuturkan, akupresur dibutuhkan oleh para bidan sebagai teknik mengurangi nyeri pada saat ibu hamil dan melahirkan.


Selama tiga hari, mahasiswa kebidanan antara lain mempelajari tentang pengenalan sejarah akupresur, praktik lokasi titik-titik spesifik akupresur dan praktik akupresur kebidanan.


“Mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikat dari lembaga Aesthetic & Acupuncture Indonesia dan Dinas Pendidikan Kota Bandung,” kata Winda.

Share:

Tinggalkan Komentar

Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan
Virtual Tour
Hubungi Kami