744 Peserta Ikuti Webinar Perspektif Milenial Revitalisasi Ekonomi Pasca Pandemi

Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik Politeknik Harapan Bersama (PHB) melaksanakan kegiatan Webinar Nasional atau seminar nasional secara daring pada Rabu, (10/6).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk bersiap menghadapi situasi pasca pandemi Covid-19 dalam berbagai perspektif milenial.

“Kami sengaja mengangkat tema Perspektif Milenial Revitalisasi Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19. Untuk mempersiapkan kondisi pasca pandemi Covid-19 baik dari perspektif perekonomian Indonesia, keuangan fiskal, mengembangkan kreativitas dan kualitas sumber daya manusia, serta menangkap peluang bisnis,” kata Ketua Panita Webinar Ghea Dwi Rahmadiane, S.E., M.Si.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui streaming live via YouTube channel Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik PHB tersebut hasil kerja sama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia Wilayah Jawa Tengah.

Ketua Ikatan Akuntansi Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hendri Santosa, S.E., M.Si, Ak, CA menyampaikan bahwa para akademisi, praktisi, maupun para generasi milenial harus bisa mengambil kesempatan di masa krisis.

“Karena orang yang sukses sudah berpikir untuk masa depan, sehingga setelah Covid-19 berakhir, kita sudah siap memulai kehidupan normal terutama dari perspektif ekonomi”, kata Hendri.

Adapun narasumber Webinar Perspektif Milenial Revitalisasi Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19 antara lain Sudirman Said, MBA (Menteri ESDM RI Periode 2014-2016), Musyafa Al Farizi, S.E., M.Si, CAAT, CTT (Politeknik Negeri Semarang), Risgiyanti, S.E., M.Si (Universitas Sebelas Maret), dan Monica Rosiana, S.E., M.Si (Universitas Jenderal Soedirman).

“Situasi krisis ini akan menimbulkan cara hidup baru, cara mengurus ekonomi yang baru yang memerlukan kreatifitas. Bagaimana pun hanya kreativitas dan daya tahan masyarakat yang kan menentukan kita apakah berhasil melalui krisis ini atau tidak,” kata Sudirman Said.

Sudirman Said mengajak para generasi muda untuk tampil dengan kreatifitas yang dimilikinya. Karena krisis memerlukan kemampuan nyata sebagai problem solver yang biasanya dimiliki oleh anak muda. Kreativitas dan ketangguhan masyarakat akan menentukan apakah kita bisa keluar dari krisis atau tidak.

Lebih lanjut, Sudirman menilai bahwa ekonomi di Indonesia adalah ekonomi konsumsi. “Pasar domestik begitu besar. Bila kita garap pasar domestik utamanya pasar konsumsi maka recovery ekonomi akan cepat pulih”, tambahnya.

Share:

Tinggalkan Komentar

Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan