Management and Job Description Ormawa Poltek HB Tegal

Kunci menjadi seorang pemimpin adalah memiliki visi, keberanian serta tetap rendah hati. Karena tanpa ketiga hal tersebut tidak akan ada perubahan ketika hambatan membentang di depan. Hal ini disampaikan Erni Unggul Sedya Utami SE MSi dalam kegiatan Management and Job Description Organisasi Mahasiswa Politeknik Harapan Bersama (Poltek HB) Tegal, Sabtu (8/3). Acara yang berlangsung di Ruang Simulasi Kampus 1 Poltek HB Tegal, diikuti seluruh pengurus Organisasi mahasiswa (Ormawa) mulai dari Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP). Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB ini juga dihadiri sejumlah alumni ketua BPM, BEM dan HMP dari berbagai angkatan. Erni menambahkan, Ormawa saat ini adalah hasil perjuangan senior Ormawa periode sebelumnya sejak tahun 2009. Sehingga harus ada komitmen untuk meneruskan perjuangan.

”Dulu untuk mendapatkan hak separoh dari uang kemahasiswaan untuk kegiatan Ormawa sangat susah,” ujarnya. Bahkan ada mahasiswa yang harus tidur di stasiun ketika merumuskan program kerja serta proposal. ”Sekarang tinggal meneruskan, jangan hanya copy paste saja dalam membuat program. Tapi harus ada inovasi baru yang memberikan dampak luas untuk mahasiswa maupun adik-adik kelasnya mendatang,” terangnya panjang lebar. Bagi pimpinan, lanjut Erni, harus siap menjadi tong sampah. Menerima kritikan, masukan, dan lain sebagainya dari mahasiswa maupun yang lainnya. ”Itu sudah biasa, karena masing-masing pribadi mengungkapkan sesuatu dengan cara yang berbeda,” tambahnya.

Pemimpin tidak hanya mempertanggungjawabkan dirinya, namun juga seluruh anggotanya. Sehinga dibutuhkan pendewasaan diri ketika menyikapi karakter yang beragam. Menciptakan chemistry dan harmonisasi dalam teamwork juga penting. ”Saling bantu, bukan hanya pada tugasnya saja,” tegasnya. Yang cukup penting juga adalah bekerja untuk organisasi, bukan untuk pimpinan. Sehingga istilah Asal Bapak Senang (ABS) tidak terjadi. ”Pengawasan dalam organisasi juga perlu, agar tidak terjadi penyimpangan dan bisa berjalan sesuai koridornya,” kata Erni. Mahasiswa sebagai Agent of Change atau agen perubahan juga harus peduli lingkungan. Bukan hanya di lingkungan kampus saja, namun juga masyarakat di sekitarnya.

2 PUDIR MENGUNDURKAN DIRI
Kehadiran alumni pengurus Ormawa periode tahun-tahun sebelumnya memiliki tujuan tersendiri. Keberhasilan mereka dalam menjalankan kepemimpinan dengan banyaknya prestasi diharapkan menjadi acuan bagi pengurus Ormawa periode 2013-2014 ini. Pasalnya, kegiatan tersebut menjadi pertemuan kali terakhir Erni Unggul Sedya Utami SE MSi sebagai pembantu direktur (Pudir) 3 Bagian Kemahasiswaan. Per tanggal 8 Maret 2014, wanita yang akrab disapa Bunda ini sudah tidak lagi menjabat di Politeknik Harapan Bersama Tegal. Tak ayal hujan air mata mengiringi ucapan perpisahan ini. Pasalnya, dosen Prodi Akuntansi ini adalah pencetus awal dibentuknya BPM, BEM dan HMP. Semangat dan kegigihannya mendampingi mahasiswa dalam suka dan duka diakui seluruh alumni yang berkesempatan hadir. Bahkan, mereka merasakan manfaatnya setelah masuk di dunia kerja saat ini. ”Bunda sudah seperti ibu kami, selalu memberikan semangat dan kasih sayang sampai sekarang. We love u Bunda,” ungkap Tia, ketua BEM periode 2012 di antara tangis dan senyumnya.

Usai acara, Erni mengungkapkan alasan pengunduran dirinya karena fokus dengan pencalegan saat ini. Dirinya membuka pintu selebar-lebarnya bagi mahasiswa jika ingin berkonsultasi ataupun sekedar melepas kangen nantinya. ”Saya akan terus kawal mahasiswa dari belakang, apapun permasalahan mereka siap mendukung karena saya tahu persis perjuangan awal hingga sekarang,” tegasnya. Pengunduran diri ini juga dilakukan Pembantu Direktur (Pudir) 1 Teguh Prihandoyo SKom, yang saat ini tengah konsen dengan program S2-nya. (ela)

LAELA NURCHAYATI
PAPARAN – Erni Unggul Sedya Utami SE MSi memberikan materi pada kegiatan

Tinggalkan Komentar

Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan