PHB Jadi Tuan Rumah Diklat Animasi BDI Denpasar dan Kampoong Monster

Program Studi D-3 Desain Komunikasi Visual (DKV) Politeknik Harapan Bersama (PHB) bekerja sama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar dan Kampoong Monster mengadakan Diklat 3in1 Pembuatan Gerak Animasi 2D di Aula Gedung C PHB, pada Senin (24/01/22).

I Putu Lisna Kurniawan, perwakilan dari BDI Denpasar, dalam sambutannya mengatakan, acara seperti ini dapat menjembatani gap antara perguruan tinggi dan kebutuhan industri. Ia berikan pengarahan kepada peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) agar mampu menguasai kompetensi jika ingin terserap di dunia kerja.

“Para peserta diklat harus serius. Manfaatkan momen sebaik-baiknya jangan malu bertanya. Pegang komitmen untuk mengikuti diklat sampai selesai. Pelajari modul hingga lulus uji kompetensi agar nantinya dapat ditempatkan di dunia kerja,” katanya.

Ketua Prodi DKV Ahmad Ramdhani menuturkan, PHB sudah kedua kalinya menjadi tempat uji kompetensi Desain Komunikasi Visual. Setelah serangkaian diklat, lanjutnya, akan terdapat kelas inkubasi bagi mahasiswa DKV yang ingin mengembangkan kemampuannya.

“Acara ini menjadi identitas dari Prodi DKV terkait mata kuliah animasi. Kerja sama BDI Denpasar dari Kementerian Perindustrian dan Kampoong Monster dari industri dengan perguruan tinggi adalah bagian dari implementasi link and match untuk pendidikan vokasi,” ungkapnya.

Ahmad menjelaskan, diklat dilaksanakan dari tanggal 24 Januari hingga 11 Maret 2022 di Kampus Politeknik Harapan Bersama. “Dari total 80 pendaftar diklat, kami seleksi lagi hingga menjadi 26 peserta. Peserta diklat tersebar dari Semarang, Solo, termasuk mahasiswa DKV PHB”, kata Ahmad.

CEO Kampoong Monster Alfan Setiawan menuturkan, pengajar diklat langsung dari lead animator Kampoong Monster. “Peserta diminta konsentrasi dan serius ketika menjalani diklat. Tidak perlu malu bertanya, gunakan kesempatan ini sebaik mungkin,” kata Arfan

“Program ini tidak hanya belajar dalam diklat, namun setelah diklat ada program magang dan membuat real project. Sesuai dengan program pendidikan vokasi yaitu mahasiswa diwajibkan harus belajar langsung ke industri. Kami harap kerja sama bisa terus berlanjut,” jelasnya.

Wakil Direktur IV Ginanjar Wiro Sasmito memaparkan hal ini suatu kebanggaan bagi PHB karena dipercaya sebagai tuan rumah acara diklat dan ini adalah sebuah momentum yang sangat baik. “Saat ini terdapat gap antara dunia kampus dan industri. Jangan sampai kita ketinggalan, bahwa kompetensi yang dibutuhkan industri adalah syarat mutlak,” terangnya.

Ginanjar menambahkan, magang penting untuk bisa memahami kultur budaya kerja. Di saat yang lain berlomba-lomba mencari tempat magang, PHB justru dikunjungi oleh industri dan ini luar biasa.

“Goals dari diklat ini adalah kepemilikan kompetensi animasi, kepemilikan sertifikat kompetensi, dan penempatan dalam dunia kerja,” kata Ginanjar.

Tinggalkan Komentar

Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan
Virtual Tour
Hubungi Kami