Poltek Harber Bekali Keterampilan Warga Binaan Lapas Brebes

Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber) melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM) memberikan bekal ilmu dan keterampilan warga binaan permasyarakatan (WBP) Lapas Brebes pada Selasa, (15/03/22).

“Kami melakukan kegiatan pelatihan dalam rangka memberikan bekal untuk warga binaan saat mereka kembali ke masyarakat,” kata Wakil Direktur II Poltek Harber Erni Unggul Sedya Utami, SE., M.Si.

Dosen Prodi D-3 Akuntansi Bahri Kamal, S.E., M.M. kemudian memaparkan materi tentang “Teknologi Kemasan (Packaging) untuk Produk” kepada 25 warga binaan. Ia menuturkan, terdapat beberapa fungsi untuk kemasan seperti melindungi produk dari kerusakan fisik, kimia, biologis. Namun, pengemasan moden berbahan kemasan sintetik yang tidak ramah lingkungan juga memiliki masalah terkait pencemaran lingkungan.

Wakil Direktur 1 Poltek Harber Apt. Heru Nurcahyo, S.Farm., M.Sc. mengatakan, kegiatan kerja sama ini semoga bisa dilanjutkan juga oleh program studi lain di Poltek Harber dalam melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti penilitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengajaran.

“Banyak anggapan bahwa penguni lapas adalah orang-orang yang hanya melakukan kejahatan. Sudut pandang inilah yang coba ditepis oleh berbagai pihak yang peduli terhadap penghuni lembaga pemasyarakatan”, kata Kepala Lapas Kelas II B Brebes Isnawan. Amd.IP. SH. MH.

Isnawan mengungkapkan, untuk menghilangkan image negatif penghuni lapas memang sulit. Penghuni lapas perlu dikenalkan dengan kegiatan yabg positif dan produktif. “Di dalam lapas, image negatif perlahan sirna digantikan dengan adanya kegiatan yang positif dan rasa kepedulian dari masyarakat”, kata Isnawan.

“Banyak kegiatan yang telah dilakukan pengelola lapas yaitu pelatihan kepada warga binaan untuk membuat keset, tas dan sendal yang mendapat direspon postif dari masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, penghuni lapas Brebes diberikan edukasi tentang “Tanaman Herbal dalam Pemanfaatannya Menjadi Sebuah Produk” dan keterampilan melalui pelatihan pembuatan sabun cair dengan tanaman herbal oleh dosen Prodi D-3 Farmasi dan D-3 Kebidanan.

“Sabun cair lebih diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan sabun padat, karena penggunaannya yang lebih praktis, lebih hemat, tidak terkontaminasi bakteri, mudah dibawa dan mudah disimpan. Edukasi dan pelatihan pembuatan sabun untuk lapas Brebes diperlukan agar warga binaan tetap sehat dan kuat di masa pandemi ini,” ujar Joko Santoso, M.Farm.

Tinggalkan Komentar

Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan
Virtual Tour
Hubungi Kami