Prodi Akuntansi Sektor Publik Optimalkan Bumdes Desa Kepunduhan

Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik (ASP) Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal mengulas strategi desa dalam menghadapi pandemi Covid-19 melalui acara Ngobral yang diadakan Kamis (25/6). Acara tersebut ditayangkan secara langsung di kanal Youtube dan Instagram STR Akuntansi Sektor Publik.

Prodi menghadirkan Kepala Desa Kepunduhan Kabupaten Tegal Yudha Kurniawan S.H, dengan dipandu pembawa acara Dosen Prodi Sarjana Terapan ASP Mohammad Alfian, S.E, M.Si. Yudha Kurniawan S.H dipilih sebagai  narasumber didasarkan pada kemampuan Desa Kepunduhan dalam menghadapi Covid-19, sehingga tidak ada warga yang terkena Covid-19.

Desa tersebut juga mampu menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang kehilangan pekerjaan. “Tema ini diangkat karena saat ini wilayah Kabupaten Tegal menyiapkan masa transisi menghadapi New Normal, di mana tetangga terdekat dari Kabupaten Tegal yaitu Kota Tegal telah melaksanakan New Normal,” kata Ketua Prodi Sarjana Terapan ASP Nurul Mahmudah S.E M.Si., Ak., CA.

Pembicaraan semakin menarik ketika dipaparkan strategi Pemerintah Desa (Pemdes) Kepunduhan yang mengarahkan masyarakat untuk menerapkan konsep tersebut. Cukup dipahami bahwa masyarakat desa masih banyak yang tidak terbiasa mengubah kebiasaannya menerapkan protokol kesehatan, misalnya menggunakan masker saat keluar rumah untuk beraktivitas.

Selain penggunaan masker juga kegiatan cuci tangan sesering mungkin untuk menghindari penularan virus melalui tangan. Pemdes juga membentuk Satgas Desa untuk memberi contoh. Tantangan terberat dari Pemerintah Desa dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 di masa arus mudik. Pemdes mewajibkan pemudik berdiam diri di rumah selama 14 hari.

Di samping itu, Pemdes membentuk Satgas Jogo Tonggo sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, untuk menjaga masyarakat, termasuk kondisi perekonomian. Pemdes menjaga perekonomian masyarakat dengan memaksimalkan peran BUMDes, dengan membantu menyerap tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya karena dirumahkan.

Tenaga kerja yang diserap oleh BUMDes salah satunya dioptimalkan dalam membantu pendistribusian bantuan yanga didapatkan desa dari program Pemerintah Pusat dan Provinsi. Bumdes juga memberikan bantuan dengan mencairkan dana sosial yang dimiliki dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Share:

Tinggalkan Komentar

Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan