Prodi DIII Kebidanan Ajarkan Jaripunktur Kepada Mahasiswa

Seorang bidan juga perlu memiliki kecantikan baik luar maupun dalam untuk menarik perhatian klien agar percaya pada bidan tersebut. Idealnya, seorang perempuan yang baik adalah perempuan yang mampu merawat kecantikan fisiknya dan pintar merawat kecantikan dalam (inner beauty).Penampilan merupakan bentuk pernyataan diri dari seseorang dengan penampilan yang serasi, maka rasa percaya diri akan men ingkat. Menjadi bidan juga harus mempunyai fisik sehat, baik jasmani maupun rohani.

Maka dari uraian diatas Himpunan Mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan melaksanakan kegiatan seminar kesehatan dengan tema “How to Beautiful, Smarth and Healthy Midwife Enterpreneur” pada hari Rabu 29 Maret 2017, bertempat di Aula Gedung C kampus Politeknik harapan Bersama dengan  peserta 270 mahasiwa Kebidanan. Dengan narasumber M. Ferry Wonk biasa disebut master wonk yang merupakan seorang terapis pengobatan tradisional, beliau mengisi seminar dengan materi Jaripunktur.

Jaripunktur merupakan cabang dari Ilmu Pengobatan China yang hanya terfokus pada jari-jari tangan dan kaki. Masing-masing jari terdapat titik meridian. Berawal dan berakhir dari satu jari menuju jari lainnya yang saling berhubungan serta membentuk satu kesatuan dan saling mempergaruhi meridian antar organ untuk membentuk keseimbangan. Tekanan pijatan terbagi menjadi tiga teknik yaitu ringan, sedang, dan keras.

Malahan jaripunktur tidak melibatkan alat apapun, cukup menggunakan tangan terapis. Namun jika penekanan tepat di titik sakit, tak hanya perempuan, seorang laki-laki pun dapat menjerit kesakitan. Penekanan jaripunktur untuk tangan dan kaki bagian dalam caranya dari bawah ke atas. Sedangkan pada bagian luar mengarah ke bawah. Mungkin terlihat mudah, tapi kalau dilakukan orang awam suka meleset dari titik tersebut.

Ketika seorang terapis memegang atau menekan berbagai titik pada tubuh dan sistem otot, itu bertujuan untuk merangsang energi dari tubuh sendiri supaya dapat menyingkirkan sumbatan energi dan rasa lelah. Saat semua jalur energi terbuka dan aliran energi tidak lagi terhalang oleh ketegangan otot atau hambatan lain, maka energi tubuh menjadi seimbang.

Rekor MURI diperoleh pada bulan Nop 2010 untuk PELATIHAN JARIPUNKTUR dengan peserta terbanyak, yaitu 567 dari 1000 peserta yang ditargetkan.

@bunghasta
29 Maret 2017 13:48:15 WIB
Share:

Tinggalkan Komentar

Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan