Siap Hadapi AEC 2015, Politeknik Harapann Bersama Tegal Adakan Seminar KKNI

Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal menggelar seminar yang bertemakan “Implementasi KKNI dalam Dunia Pendidikan menghadapi AEC 2015”, Sabtu (6/9). Kegiatan ini ditujukan untuk mempersiapkan lulusan PHB dalam bersaing dengan lulusan perguruan tinggi negara lain.

Seminar yang dibuka langsung oleh Direktur PHB ini menghadirkan Murtanto, SE., M.Si, Ak selaku narasumber dari Universitas Trisakti. Agenda seminar ini dihadiri seluruh civitas akademika PHB serta peserta dari institusi lain seperti Akbid Bhakti Pertiwi Pemalang, Akbid YPBHK Brebes, STIKES Bhamada Slawi, Politeknik Trisiladarma, Universitas Sunan Gunung Jati Cirebon, STIKES Bhakti Pertiwi Husada Cirebon serta Universitas Muhadi Brebes.

Direktur PHB saat membuka kegiatan menyampaikan, “Masuknya AEC pada tahun 2015, dimana pasar global terbuka dengan lebar, membawa pengaruh yang besar bagi pendidikan Indonesia. Dengan adanya AEC ini, perguruan tinggi akan bersaing ketat dengan perguruan tinggi di regional ASEAN. Akan banyak perguruan tinggi yang masuk ke Indonesia, tidak hanya itu, lulusan perguruan tinggi Indonesia juga dituntut untuk bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi negara lain yang ingin menjajaki pasar kerja di Indonesia. Oleh karena itu, PHB sebagai salah satu lembaga pendidikan harus mengimplementasikan KKNI dalam kurikulum pendidikan tinggi sehingga dapat  mencetak lulusan yang berkompetensi  yang dibuktikan dengan adanya sertifikasi kompetensi profesi dan siap bersaing dalam pasar kerja dunia”.

KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.  Jenjang kualifikasi pada KKNI terbagi kedalam 9 level dimana tiap-tiap jenjang kualifikasi disepakati secara nasional dan disusun berdasarkan ukuran  hasil pendidikan dan / pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, informal maupun prngalaman kerja. KKNI merupakan solusi strategis dalam rangka menghadapi AEC, karena dengan adanya parameter Kerangka kualifikasi maka Indonesia siap untuk bertukar dengan negara lain pada tahu 2015.

Pada seminar KKNI ini, peserta mendapat penjelasan apa dan bagaimana kurikulum KKNI diterapkan dalam kurikulum pendidikan tinggi. Antusiasme peserta semakin meningkat pada saat Murtanto, selaku narasumber, melakukan review terhadap salah satu kurikulum program studi di PHB sehingga peserta dapat mengerti bagaimana menyamakan kurikulum yang telah berjalan dengan standar nasional kualifikasi profesi yang ditetapkan.

Dengan diselenggarakannya seminar kurikulum KKNI, diharapkan pengembangan kurikulum di institusi tidak berhenti setelah seminar ini selasai akan tetapi tiap prodi segera menindaklanjuti hasil seminar ini,  dengan harapan pada tahun 2015 seluruh program studi telah menerapkan kurikulum KKNI.

@bunghasta
10 September 2014 19:21:35 WIB
Share:

Tinggalkan Komentar

Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan