Sigap Saat Gawat Darurat

Tegal, 19 – 22 November 2015, Bertempat di kampus Politeknik Harapan Bersama sebanyak 85 Bidan Puskesmas dan Rumah Sakit, Dosen Kebidanan serta Mahasiswa kebidanan mengikuti PELATIHAN PENANGANAN GAWAT DARURAT OBSTETRI dan NEONATAL (PGDON) yang diadakan oleh Prodi DIII Kebidanan Politeknik Harapan Bersama bekerjasama dengan dengan Instruktur dari Jakarta Menical Services & Training 119

Menurut Penanggung jawab kegiatan tersebut yang juga Ka. Prodi Kebidanan Ulfatul Latifah, SKM. M.Kes mengatakan bahwa Acara yang dimulai pada hari kamis 19 november 2015 dan berakhir pada hari minggu 22 November 2015 bertujuan Setelah mengikuti Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Obstetri dan Neonatal, peserta pelatihan mampu melaksanakan tugas atau menolong seoptimal mungkin. Setelah mengikuti Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Obstetri dan Neonatal, peserta pelatihan mampu melaksanakan asuhan kebidanan dan keperawatan pada klien dengan kegawatdaruratan di Rumah Sakit atau tempat kerja.

dr. Mohammad Yanuar Fajar, sp.P dari team Jakarta Menical Services & Training 119 mengatakan bahwa Pergeseran visi dibidang kesehatan yang sebelumnya berorientasikan kepada aspek “kuratif” menuju ke aspek pelayanan kesehatan yang bersifat “prevention, promotion and protection” (Paradigma Sehat). Hal tersebut harus di antisipasi dengan menyediakan tenaga kesehatan yang semakin profesional yang mempunyai kemampuan kognitif dan efektif atau psikomotor dalam bidang tertentu, misalnya di bidang emergency. Kenyataan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa penyakit cardiovascular dan cedera pada kecelakaan kerja atau kecelakaan terutama kecelakaan lalulintas telah semakin menonjol sebagai penyebab kematian di Indonesia (5,6% per tahun). Kematian penderita gawat darurat akan terjadi dalam waktu singkat (4 – 6 menit). Disamping itu, karena ketidaktahuan dan ketidaktepatan serta kesalahan dalam memberikan pertolongan juga dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan. Melihat kecenderungan masalah tersebut, dimana masalah kesehatan (kegawatdaruratan) akan semakin menonjol, bahkan akan menjadi salah satu masalah kesehatan yang bermakna disamping masih tingginya angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit infeksi, maka hal ini akan menuntut kemampuan yang semakin profesional baik di institusi pelayanan kesehatan (Klinik perusahaan, Rumah sakit) maupun institusi pendidikan kesehatan disektor pemerintah maupun swasta yang semuanya merupakan pencetak tenaga kesehatan yang diharapkan.

Dalam sambutanya sekaligus membuka acara pada hari Kamis 19 November 2015 bertempat di Aula Kampus tersebut Ketua Yayasan Bapak Khafdillah MS, SH, S.Kom menyampaikan “menyadari bahwa banyaknya tingkat kematian disebabkan karena ketidak tahuannya dalam menyikapi apa yang harus dikerjakan ketika melihat suatu peristiwa kecelakan di mana saja, dengan adanya acara ini dapat menambah keterampilan ilmu dibidang kesehatan khususnya dalam menangani gawat darurat maka gunakan waktu ini semaksimal mungkin untuk belajar lebih jauh lagi tentang kesehatan”.

@bunghasta
24 November 2015 15:17:34 WIB
Share:

Tinggalkan Komentar

Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan