Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020 Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik

Berdasarkan kalender akademik Semester Gasal Tahun Akademik 2019/2020 Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik Politeknik Harapan Bersama Tegal, maka Program Studi wajib menyelenggarakan evaluasi perkuliahan yang telah dilaksanakan selama 1 (satu) semester perkuliahan efektif, sehingga perlu diadakan Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020. Pada hari Jumat, 31 Januari 2020 Prodi ASP melaksanakan kegiatan Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi hasil perkuliahan selama 1 (satu) semester ganjil Tahun Akademik 2019/2020, sehingga kegiatan ini dapat dijadikan sebagai upaya untuk mengidentifikasi awal masalah atau penanganan sejak dini pada mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik.Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik, Gedung C Lantai 2, Politeknik Harapan Bersama pukul 09.00 – 11.00 WIB ini dihadiri oleh 11 peserta antara lain Wakil Direktur I, Kepala P2M, Kepala BAA, BAKEU, dosen tetap, serta staf admin Prodi ASP. Pada acara yudisium, Ka.Prodi ASP memaparkan beberapa materi di antaranya rekapitulasi Indeks Prestasi Mahasiswa, analisis hasil kuesioner evaluasi dosen, dan lain sebagainya.

Bapak Arfan Haqiqi Sulasmoro, M.Kom selaku Wakil Direktur I menuturkan bahwa “Pembimbing akademik sebaiknya melakukan pendekatan kepada mahasiswa yang mendapatkan nilai rendah dan memberikan motivasi agar mahasiswa lebih bersemangat dalam belajar”. Beliau juga menghimbau agar pembelajaran semester selanjutnya diharapkan dosen pengampu menggunakan berbagai ragam metode penyajian kuliah (termasuk e-learning).” Ketua Pusat Penjamin Mutu (P2M) Ibu Iroma Maulida, SKM, M.Epid juga berharap agar indeks prestasi mahasiswa Prodi ASP dapat konsisten mencapai Standar Nasional Politeknik Harapan Bersama yaitu rata-rata 3,00, Standar Nilai Unggul rata-rata 3,25, dan jumlah prosentase mahasiswa yang memperoleh indeks prestasi lebih dari 3,00 minimal 80% dari seluruh mahasiswa pada Program Studi. Beliau juga menyarankan bahwa pada pembelajaran semester selanjutnya sebaiknya mengintegrasikan penelitian dan pembelajaran pada kasus maupun teori.

@bunghasta
19 Februari 2020 09:45:12 WIB
Share:

Tinggalkan Komentar

Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan