Perguruan Tinggi memiliki kewajiban untuk menyiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri. Salah satu upayanya adalah implementasi pendidikan karakter pada mahasiswa baru.

“Dalam pendidikan karakter, kami bekerjasama dengan Yonif 407 untuk memotivasi dan mendorong mahasiswa baru memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan membentuk sikap dan perilaku yang dilandasi rasa cinta dan mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia,” tegas Direktur Politeknik Harapan Bersama (PHB) Mc. Chambali, B.Eng., E.E., M.Kom pada pembukaan Pendidikan Karakter Mahasiswa PHB Angkatan 2019 di Gor Trisanja, Kelurahan Pakembaran, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jum’at (18/10).

Dengan tema pendidikan karakter “Membentuk Mahasiswa Unggul Berprestasi Cemerlang”. Chambali berharap agar selama mahasiswa mengenyam pendidikan di PHB mampu memahami arti pentingnya pendidikan yang akan ditempuhnya dan pendidikan karakter bagi pembangunan bangsa. “Dan jika ingin menjadi mahasiswa yang unggul dan berprestasi kalian harus menanamkan moto PHB yaitu DJITU (Disiplin Jujur Ilmu Taqwa dan Ulet)”, ujar Chambali yang didampingi oleh Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama Khafdillah MS, S.Kom., SH, MH pada 918 mahasiswa baru Politeknik Harapan Bersama.

Disambut baik

Pendidikan karakter harus didepankan untuk membangun suatu bangsa yang besar, bangsa yang maju dibutuhkan karakter maupun sumber daya manusia yang unggul untuk mengahadapi perubahan zaman, ataupun era globalisasi ini.

Komandan Yonif 407/Padma Kusuma Letnal Kolonel Sutan Pandapotan Siregar, SIP menyambut baik niat sivitas akademika Politeknik Harapan Bersama. “Terima kasih karena kami dipercayakan untuk ikut membentuk karakter mahasiswa Politeknik Harapan Bersama. Kami telah memberi motivasi kepada mahasiswa, melakukan pembinaan, secara berkesinambungan, dalam rangka mencetak generasi penerus bangsa yang unggul,” terang Letkol Sutan Pandapotan Siregar.

“Hal positif ini akan terus saya tindak lanjuti dan terus menjaga kesinambungan, karena ini milik kita bersama, generasi muda ini adalah generasi penerus, pengisi kemerdekaan kita, jadi, saya tetap mendukung penuh kegiatan pendidikan karakter ini dalam rangka menyukseskan program-program pemerintahan agar memiliki sumber daya manusia yang unggul,” tambahnya.

Pendidikan karakter berfungsi untuk memberikan nilai integritas, moral, etika, kejujuran, kepedulian, tanggung jawab dan kedisiplinan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ini bukan militerisasi, tapi mentransfer pengetahuan dan spirit kebangsaan kepada mahasiswa agar menjadi manusia yang unggul,” ujar Chambali.