Dalam mengembangkan Potensi Kaum Milenial Indonesia Guna Menghadapi Tantangan Di Era Disrupsi Teknologi 4.0, Politeknik Harapan Bersama sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang terletak di Kota Tegal melalui salah satu program studinya, yakni Diploma Empat Teknik Informatika kembali menggelar perhelatan akbar di bidang IT, dengan nama Informatics Vocational Festival (InVoFest) 2019, pada  23 – 26 Oktober 2019.

Kegiatan berskala nasional tersebut diselenggarakan atas dasar optimalisasi mengadapi tantangan secara cermat dan memanfaatkan peluang dalam menghadapi era disrupsi teknologi industri 4.0 yangtidak bisa dihindarkan lagi dan harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin terutama bagi kaum milenial dalam era digitalisasi ini.

InVofest 2019 ini adalah kegiatan yang keempat kalinya diselenggarakan di Politeknik Harapan Bersama Tegal Jawa Tengah, setelah sebelumnya sukses terselenggara di tahun 2018 dengan tema peranan pemuda Indonesia dalam menghadapi era disrupsi teknologi. Invofest 2019 dibuka pada tanggal 23 Oktober 2019 oleh Wakil Direktur I Politeknik Harapan Bersama, Arfan Haqiqi Sulasmoro., M.Kom.

Adapun rangkaian kegiatan InvoFest 2019 terdiri dari : Talkshow dengan tema Prospektif kerja di industri IT dengan pemateri 5 Alumni Prodi TI-PHB yang telah sukses bekerja di industri IT, diantaranya : Roynaldo Indra (IT-Head Office Database Administrator PT. Surya Timur Sakti), Edy Akbar Furqoni (Software Engineer PT. Bisnis Teknologi Performa), Dimas Arif Setiana (QC Departemen IT BAD Adira Finance), Arif Hidayah (Project Manager PT. Nocola IoT Solution), Bayu Adi Prasetyo (Full Stack Developer PT. Kompas Gramedia)myang diselenggarakan tepat setelah pembukaan Invofest 2019 pada tanggal 23 Oktober 2019.

Kemudian dihari kedua yakni 24 Oktober 2019 diselenggarakan workshop kelas pararel, yang terdiri dari Virtual Reality dengan pemateri Andes Rizky (Chief Operation Officer Shinta VR), Computer Vision dengan pemateri Adi Pamungkas (Founder of MATLAB Indonesia), Blockchain dengan pemateri Bari Arijono (Advisor at Global Association Blockchain and Cryptocurrency), dan Information System Security Assesment dengan Pemateri Dedi Haryadi (Peneliti Keamanan Forensik Digital Unjani Yogyakarta). Workshop tersebut dilaksanakan dengan konsep 70% praktikum dan 30% teori yang berlangsung dari jam 09.00 s.d. 16.00 WIB.

Kemudian Dihari ketiga yakni tanggal 25 Oktober 2019, dilaksanakan Final IT Competition dengan cabang kompetisi : Web Design Competition untuk tingkat SMA/SMK dengan pemenang : Juara I = SMK Telkom Purwokerto, Juara 2 = SMK N 1 Cilacap dan Juara 3 = SMK Telkom Purwokerto. Kemudian cabang kompetisi Application Development Competition untuk tingkat mahasiswa dimenangkan oleh tim mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Adapun untuk cabang Poster Design Competition yang diselenggarakan untuk internal mahasiswa TI-PHB dimenangkan oleh : Musnadil Firdaus, dan juara favorit oleh Fajar Aji Gilang.

Dihari terakhir, tanggal 26 Oktober 2019, dilaksanakan seminar nasional dengan tema : Intelligence System and Cyber Security, yang terdiri dari 2 Narasumber, yakni Prof. Dr. Suhono Harso Supangkat, M.Eng selaku Chairman of Smart City Indonesia dan Komisaris PT. KAI. Kemudian Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.BA., M.Phil., M.A selaku First Chairman ID-SIRTII dan Dewan Pakar Lembaga Pertahanan Nasional. Hampir Semua Peserta Kegiatan Invofest 2019 sangat antusias dan mengapresiasi atas dilangsungkannya event bergengsi ini.

Ginanjar Wiro Sasmito selaku Ka. Prodi D IV Teknik Informatika mengatakan bahwa antusiasme peserta kegiatan invofest sangat tinggi, peserta talkshow, workshop dan seminar rata-rata berasal dari kalangan mahasiswa yang berasal dari Jawa Tengah maupun dari luar Jawa Tengah, selain itu juga ada pendaftar dari kalangan akademisi,  pemerintahan, praktisi maupun pengusaha bidang IT dan masyarakat umum. Ia menambahkan bahwa InvoFest kali ini, ia bersama tim panitia menghadirkan narasumber-narasumber yang pakar dibidangnya, yakni sebelas narasumber dari kalangan praktisi.

Ia berharap event IT skala nasional ini dapat membawa dampak positif bagi produktivitas peserta invofest terutama bagi mahasiswa dalam mengembangkan teknologi informasi di era disrupsi teknologi 4.0 ini.