SeminarKebidananUntuk kesekian kalinya, Politeknik Harapan Bersama Tegal mengundang orang-orang ternama untuk berbicara di depan mimbar seminar. Kali ini, Politeknik menghadirkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Dr. Seto Mulyadi, PSi., MSi. Pria yang akrab disapa Kak Seto itu, ditunjuk sebagai narasumber seminar yang mengangkat tema “Pengaruh Gadget Dalam Golden Periods Balita”. Kak Seto menjadi narasumber bersama dua nara sumber lainnya, Dr. Fitri Hartanto, SpA. dan Dr. Pulung Nurtantio, MCS.

Humas dan Protokoler Politeknik Hesti Widianti, SE., MSi. menerangkan, sekitar 600 peserta mengikuti seminar yang diselengarakan di Century Convention Hall, Rita Supermall, Minggu (26/10) lalu ini. Peserta terdiri dari bidan, Guru TK, serta masyarakat umum yang berasal dari berbagai daerah seperti Tegal, Brebes, Pekalongan, dan Semarang.

Pelaksanaan seminar tersebut didasari atas pemikiran bahwa seorang bidan harus dapat meningkatkan dan memahami kewenangan bidan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1464/X2010, Mengetahui periode keemasan pada anak, dan memanfaatkan periode keemasan pada anak.

“Sangatlah tidak bisa dipisahkan mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak saat lahir. Perkembangan motorik dan fisik anak, sangat berhubungan dengan pertumbuhan psikis anak. Oleh karena itu, psikologis perkembangan anak usia dini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh,” katanya.

Sementara, dalam seminarnya, Kak Seto menyampaikan, beberapa ahli mengungkapkan dampak negatif multimedia pada perkembangan anak, seperti pada perkembangan fisik, perkembangan emosi dan sosial, perkembangan intelegensi, serta perkembangan moral.

“Di samping berbagai dampak negatif, teknologi juga berdampak positif pada perkembangan anak. Secara umum, teknologi dapat mendorong tumbuhnya ‘rasa mampu’ pada anak disamping dapat digunakan sebagai ‘alat’ untuk memecahkan masalah atau problem solving,” terang Kak Seto.

Selain itu, kata Kak Seto, teknologi seperti internet juga sangat membantu anak untuk memperoleh informasiyang sangat luas. Permainan dengan menggunakan teknologi, berupa perangkat game, juga dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal prinsip-prinsip dasar pada teamwork, kemampuan berbagi serta melatih eye-hand coordination.

Menurut Kak Seto, faktor lain yang ikut menunjang keberhasilan pendidikan remaja, adalah terjalinnya komunikasi yang efekif antara remaja dengan orang tua mmaupun gurunya. Anggota keluargadan komunitas sekolah, disarankan saling menghargai, saling mendengarkan, dan mampu mengkomunikasikan masalah-masalahnya satu sama lain, sehingga membuat remaja merasa aman secara psikologis.