kuliahumum_bidan2015_1Bertempat di kafe Felis Tegal pada tanggal 26 Februari 2015 Prodi kebidanan Politeknik Harapan Bersama Tegal melaksanakan Kuliah Umum dengan tema ‘’ Menumbuhkan Rasa Peduli, Jujur, Tanggung Jawab Dan Santun Dalam Rangka Mewujudkan Bidan Modern Yang Berkompeten Dan Berkarakter.” Dengan dua NARASUMBER yaitu : Coach Mohammad Amin : materi : Menumbuhkan Rasa Peduli, Jujur, Tanggung Jawab Dan Santun untuk mewujudkan bidan modern yang berkarakter dan dr.Ridha Wahyutomo, Sp,M.K : dengan materi : Meningkatkan kompetensi bidan denngan memperhatikan Pencegahan Infeksi untuk menekan AKI dan AKB, TUJUAN dari Kuliah umuam ini adalah : Memberikan informasi pada mahasiswa tentang upaya pencegahan infeksi di tempat praktek untuk menekan AKI dan AKB, Memperdalam materi pembelajaran tentang pencegahan infeksi, Menyiapkan mahasiswa dari segi mental dalam melaksanakan praktek klinik, Meningkatkan rasa kepedulian, kejujuran, tanggung jawab dan santun kepada mahasiswa dalam melaksanakan praktik klinik, Meningkatkan motivasi mahasiswa dalam melaksanakan pendidikan sebagai calon bidan denngan jumlah PESERTA : Mahasiswa semester I yang berjumlah 122 dan mahasiswa semester V yang berjumlah 141 mahasiswa dengan total 263 mahasiswa.

Dalam sambutannya Direktur yang diwakili Pembantu Direktur 3 Umi Baroroh, M. Kes menyampaikan Dalam rangka meningkatan pengetahuan mahasiswa, dipandang perlu untuk memperdalam pengetahuan mereka. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan ini adalah dengan melaksanakan “Kuliah Umum” dengan materi/topik yang dianggap penting. Kuliah Umum merupakan kegiatan perkuliahan/ceramah yang menghadirkan praktisi dari industri/ instansi serta para pakar dari kalangan perguruan tinggi untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa. Kuliah umum diselenggarakan dalam bentuk ceramah dan merupakan bagian  dari proses pembelajaran yang berkaitan dengan bidang ilmu kebidanan. Umi juga menyampaikan bahwa bidan itu harus mempunyai rasa empati yang tinggi jadi nantinya bidan juga menjadi sahabat masyarakat dalam hal ini adalah kaum perempuan. Dalam waktu yang sama Ketua Yayasan Khafdillah S. Kom, SH juga menyampaikan Tenaga kesehatan mempunyai kuliahumum_bidan2015_2tugas untuk mempersiapkan peserta didik menjadi tenaga kesehatan yang berjiwa nasional, dapat diandalkan secara professional dan memiliki rasa etis guna mengemban tugas dalam melaksanakan pembangunan nasional. Upaya tersebut tergambar dalam proses belajar yang meliputi aspek pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang sesuai dengan standart profesi. Upaya pembelajaran tersebut dilaksanakan di ruang kuliah, diluar kelas (kuliah umum), laboratorium, dan dilahan praktik, seperti: Rumah Sakit, Puskesmas dan BPM.

Eti Rahmati S.ST, SKM selaku Ketua IBI Kota Tegal menyampaikan, Angka Kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indicator dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Di Indonesia merupakan angka kematian ibu dan bayi tertinggi di ASEAN. Penyebab kematian Ibu paling umum di Indonesia salah satunya adalah infeksi. Begitu juga dengan bayi, angka kemtian bayi terutama neonatus disebabkan oleh infeksi jadi mahasiswa diharapakan mempunyai pemahaman yang bagus bagaimana cara menekan penularan infeksi tersebut salah satunya dengan cara budaya mencuci tangan dan menjaga kebersihan peralatan yang digunakan, dalam sesi terakhir Eti menyampaikan bahwa kita adalah orang terdekat dengan para kaum wanita jadi bagaimana kita kaum bidan bisa memberikan rasa nyaman, bersahabat dan menjadi bidan cerdas dan hebat seperti moto bidan Indonesia. Seiring dengan kemajuan zaman, kemudahan dalam mengakses informasi tanpa batas, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan gaya hidup dan tata nilai masyarakat membuat masyarakat semakin peka dalam menyikapi berbagai persoalan.perilaku bidan dalam memberikan asuhan akan berkualitas jika memiliki komitmen dan kepekaan yang tinggi dalam pelayanan.dengan didasari oleh kode etik kebidanan, bidan mampu mengambil keputusan yang etis dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.