PKKbidan_2015_2Tegal, 2 Maret 2015 dikelurahan panggung sebanyak 142 mahasiswa kebidanan semester 5 Politeknik Harapan Bersama Tegal melaksanakan Praktek Kebidanan Komunitas (PKK) dari tanggal 2 maret – 28 maret 2015. Praktik kebidanan komunitas adalah praktik mahasiswa di dalam masyarakat yang mendalami tugas bidan komuniti yaitu bidan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya untuk menyelamatkan ibu dan anak di luar rumah sakit. Sasaran kebidanan komunitas adalah ibu dan balita yang berada dalam keluarga. Dalam Sambutannya Pembantu Direktur 1 Arfan Haqiqi Sulasmoro, S. Kom menyampaiakan bahwa politeknik Harapan Bersama mempunya visi mewujudkan politeknik berstandar Nasional dan berwawasan global dan berbasis pendidikan vokasional pada tahun 2020, Politeknik berbasis vokasional, artinya 60 persen praktek dan 40 persen teori. Kualitas manajemen pembelajaran kebidanan komunitas sangat menentukan kualitas bidang komuniti. Mahasiswa di wajibkan mengikuti dan menguasai pembelajaran kebidanan komunitas dengan serius dan benar agar setelah lulus menjadi bidan professional dan mandiri dan siap menghadapi MEA (masyarakat Ekonomi Asean),

Kepala kelurahan panggung bapak Edi Sukirno, berharap bahwa kerjasama ini berjalan dengan baik dan diharapkan dokumen yang nantinya akan diinformasikan kepada seluruh warga baik perangkat ataupun warga sekitar, lurah panggung memberikan nasehat kepada mahasiswa untuk selalu menjaga almamater dan selalu berkoordinasi dalam hal ini kepada ibu asuh, RT, RW ataupun kelurahan dalam melaksanakan praktek sehari hari sampai tanggal 21 Maret 2015.

PKKbidan_2015_1Dalam Sambutannya Ka Dinas Kesehatan yang diwakili oleh ka bid kesda bapak Juli Prasetya menyampaikan Bidan komuniti di tuntut memiliki pengetahuan tentang public health yang luas karena tugasnya bukan saja melakukan pelayanan menurut kompetensinya, namun dituntut mampu melakukan identifikasi permasalahan kesehatan dan sumber potensi yang tersedia untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak. Tantangan Bidan Komunitas sangat besar terkait dengan Angka kematian Ibu dan Anak yang tinggi, dikelurahan panggung masih banyak ibu hamil yang memiliki resiko kehamilan dikarenakan masih kurangnya nutrisi seperti konsumsi garam beryodium sehingga msh banyak bayi bayi yang dilahirkan dengan berat badan rendah hal ini akan sangat berpengaruh terhadap generasi yang akan datang khususnya tingkat kecerdasan yang rendah terkait dengan beberapa  hal tersebut maka Bidan komunitas dituntut harus mengenal kondisi kesehatan masyarakat yang selalu berubah, karena kesehatan komuniti dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat sebagai akibat perubahan teknologi dan ilmu pengetahuan serta kebijakan  pemerintah. Bidan di tuntut memiliki kemampuan mengadakan penelitian, pengolahan dan menganalisa masalah kesehatan masyarakat. Juli Prasetyo  juga menyampaikan bahwa kelurahan panggung mempunyai warga terbanyak di Kota Tegal jadi dengan adanya warganya yang banyak ini pasti mempunyai masalah yang kompleks tetapi kelurahan panggung  juga memiliki potensi yang besar contohnya bahwa Kelurahan panggung Juara 1 Lomba PKK KB Kes Se Indonesia dan  Juara no 2 se Indonesia untuk Posyandu, jadi diharapkan nantinya para mahasiswa bisa Sharing ilmu bagaimana ilmu pemerdayaan masyarakat dan identifikasi perencanaan kegiatan, di Daerah masing masing.